Tentang Kami

Pariwisata istimewa di Indonesia merupakan komponen penting dari perekonomian Indonesia serta sumber pendapatan devisa yang signifikan. Indonesia menduduki peringkat ke-20 dalam Industri pariwisata dunia pada tahun 2017.

Juga menduduki peringkat ke-9 sebagai sektor pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia, pertumbuhan tercepat ketiga di Asia dan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Pada tahun 2018, Denpasar, Jakarta, dan Batam termasuk di antara 10 kota di dunia dengan pertumbuhan pariwisata tercepat, masing-masing 32,7, 29,2, dan 23,3 persen.

Sektor pariwisata menduduki peringkat ke-4 terbesar di antara sektor ekspor barang dan jasa. 2015, 9,73 juta pengunjung internasional masuk ke Indonesia, menginap di hotel rata-rata 7,5 malam dan menghabiskan rata-rata US$1,142 per orang selama kunjungan mereka, atau US$152,22 per orang per hari. Singapura, Malaysia, China, Australia, dan Jepang adalah lima besar sumber pengunjung ke Indonesia.

Pariwisata Istimewa di Indonesia

Travel and Tourism Competitiveness Report 2019 menempatkan Indonesia di peringkat 40 dari 140 negara secara keseluruhan dengan skor Travel and Tourism Competitiveness Index 4,3.

Laporan 2015 menempatkan daya saing harga sektor pariwisata Indonesia pada peringkat ke-3 dari 141 negara. Disebutkan bahwa Indonesia memiliki kebijakan dan kondisi pendukung perjalanan dan pariwisata yang cukup baik (peringkat ke-9).

Negara ini juga mendapat nilai yang cukup baik pada sumber daya alam dan budaya (peringkat 17).

Pada 2016, pemerintah dilaporkan lebih banyak berinvestasi dalam pengembangan pariwisata dengan menarik lebih banyak investor asing. Pemerintah telah memprioritaskan 10 destinasi sebagai berikut:

  • Borobudur, Jawa Tengah
  • Mandalika, Nusa Tenggara Barat
  • Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
  • Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur
  • Kepulauan Seribu, Jakarta
  • Toba, Sumatera Utara
  • Wakatobi, Sulawesi Tenggara
  • Tanjung Lesung, Banten
  • Morotai, Maluku Utara
  • dan Tanjung Kelayang, Belitung.

Seperti dikutip The Jakarta Post, pemerintah menargetkan 275 juta perjalanan wisatawan domestik pada akhir 2019. Pemerintah juga telah mendapatkan komitmen dari calon investor, senilai US$70 juta di bidang pembangunan akomodasi, marina dan fasilitas ekowisata di 3 dari 10 wilayah. Indonesia menempati peringkat ketujuh dalam daftar 10 negara teratas Lonely Planet untuk dikunjungi tahun 2019.

Sekilas Tentang Pariwisata Indonesia

Indonesia memiliki warisan wisata alam yang dapat di banggakan, karena Indonesina memiliki kombinasi iklim yang cukup unik dengan negara kepulauan dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunai setelah Kanada.

Ini adalah negara terbesar dan terpadat di dunia yang terletak hanya di pulau-pulau. Pantai-pantai di Bali, tempat menyelam di Bunaken, Gunung Bromo di Jawa Timur. Danau Toba dan berbagai taman nasional di Sumatera hanyalah beberapa contoh tujuan wisata yang populer. Atraksi alam ini dilengkapi dengan warisan budaya yang kaya yang mencerminkan sejarah Indonesia yang dinamis dan keragaman etnis Pariwisata istimewa di Indonesia.

Satu fakta yang menunjukkan kekayaan ini adalah bahwa 719 bahasa hidup digunakan di seluruh nusantara. Candi Prambanan dan Borobudur kuno, Toraja, Yogyakarta, Minangkabau, dan tentu saja Bali, dengan banyak perayaan Hindu, adalah beberapa tujuan wisata budaya yang populer.

Indonesia adalah anggota PATA dan menjadi tuan rumah konferensi tahunan pada tahun 1963 dan 1974 di Jakarta, dan pada tahun 2003 di Bali. Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah PATA Travel Mart pada 1985 dan 1989 di Bali, serta 2016 di Jakarta.

Pariwisata di Indonesia saat ini diawasi oleh Kementerian Pariwisata Indonesia. Kampanye pariwisata internasional sebagian besar berfokus pada destinasi tropis dengan pantai pasir putih, langit biru, dan atraksi budaya. Resor yang berada di pantai dengan hotel dtelah berkembang di beberapa tempat wisata utama, terutama pada bagian pulau bali yang menjadi tempat utama para bule datang ke Indonesia.

Di saat yang sama, sebuah integrasi kebudayaan dan juga pariwisata dibawah naungan kementrian telah menunjukan bahwa wisata budaya di anggap sebagai bagian dari Pariwisata yang ada di indonesia. Dan sebaliknya, pariwisata di pakai sebagai promosi dan melestarikan budaya di Indonesia.

Tantangan Industri Pariwisata

Beberapa tantangan yang harus dihadapi industri pariwisata Indonesia antara lain pembangunan infrastruktur untuk mendukung pariwisata di nusantara yang luas. Srbuan industri ke dalam tradisi lokal (adat), dan dampak pengembangan pariwisata terhadap kehidupan masyarakat setempat.

Industri pariwisata di Indonesia juga mengalami kemunduran karena masalah keamanan. Sejak tahun 2002, peringatan telah dikeluarkan oleh beberapa negara atas ancaman teroris dan konflik etnis serta agama di beberapa daerah. Secara signifikan mengurangi jumlah pengunjung asing selama beberapa tahun Pariwisata istimewa di Indonesia.

Namun, jumlah wisatawan internasional telah bangkit kembali secara positif sejak 2007. Dan mencapai rekor baru pada 2008 dan terus meningkat sejak saat itu.

Wisata alam

Indonesia memiliki ekosistem alami yang terpelihara dengan baik dengan hutan hujan yang membentang sekitar 57% dari daratan Indonesia (910.000 kilometer persegi atau 225 juta hektar). Sekitar 2% di antaranya adalah sistem bakau. Salah satu alasan mengapa ekosistem alam di Indonesia masih terjaga dengan baik adalah karena hanya 6.000 pulau dari 17.000 pulau yang berpenghuni permanen.

Hutan di Sumatera dan Jawa adalah contoh tujuan wisata populer. Selain itu, Indonesia memiliki salah satu garis pantai terpanjang di dunia, berukuran 54.716 kilometer (33.999 mi), dengan sejumlah resor pantai dan pulau, seperti yang ada di Bali selatan, Lombok, Bintan dan Pulau Nias. 48] Namun, sebagian besar pantai yang terpelihara dengan baik adalah yang berada di daerah yang lebih terpencil dan kurang berkembang. Seperti Karimunjawa, Kepulauan Togian, dan Kepulauan Banda.

National parks

Kebun Raya Bogor didirikan pada tahun 1817, dan Kebun Raya Cibodas didirikan pada tahun 1862, adalah dua di antara kebun raya tertua di Asia. Dengan koleksi tanaman tropis yang kaya, taman-taman ini menjadi pusat penelitian botani sekaligus daya tarik wisata sejak zaman kolonial. Dan itulah beberapa pembahasan tentang Pariwisata istimewa di Indonesia.